google-site-verification: googlec6be98f9f3e9dde4.html Kampung Karanganyar

Air Terjun Jumog

Air terjun Jumog berada di Desa Berjo Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Air Terjun Jumag berada di lereng Gunung Lawu dengan ketinggian sekitar 30 meter, Sumber Air Terjun Jumog berasal dari mata air yang muncul disela-sela bebatuan yang belum terkontaminasi oleh limbah. Untuk sampai di Air Terjun Jumog pengunjung harus menuruni anak tangga yang berjumlah 116 anak tangga yang akan menjadi tantangan tersendiri bagi pengunjung. 

Air Terjun Jumag memiliki daya tarik tersendiri karena jatuhnya pancaran air terbelah menjadi dua dengan tampilan yang cantik. Debit air terjun tidak terlalu besar walaupun pada musim hujan dan tidak menurun drastis pada musim kemarau. Bermacam-macam tanaman bungan dan tanaman khas pegunungan yang tumbuh di sekitar aliran sungai yang berkelok-kelok menambah keindahan, dan suara kicauan burung menambah suasana menjadi damai. Ada sebuah  jembatan yang unik yang terdapat persis di depan air terjun  yang memiliki bentuk yang unik yang menambah keindahan. Jembatan ini menjadi spot favorit pengunjung untuk foto dengan latar belakang air terjun. 

Fasilitas yang tersedia arena bermain untuk anak-anak, gazebo, kolam renang, rumah makan dan rest area. Disini juga tersedia kuliner khas karanganyar yaitu sate kelinci dan juga sate ayam dengan harga yang terjangkau. Di sekitar lokasi wisata air terjun juga terdapat rumah warga yang disewakan sebagai home stay dengan tarif yang berwariasi. 

Harga tiket masuk tidak begitu mahal karena dikelola secara swadaya oleh masyarakat. Pengunjung akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp. 3. 000, 00 untuk dewasa dan anak-anak, Biaya parkir untuk sepeda motor sebesar Rp. 1. 000, 00 dan untuk mobil sebesar Rp. 2. 000, 00.  

Cembengan Pabrik Gula Tasikmadu

Cembengan tradisi turun-temurun sebagai tanda dimulainya musim giling tebu di pabrik Gula. Ritual ini bertujuan agar pelaksanaan proses giling tebu dapat berjalan dengan lancar dan selamat sehingga  target produksi dapat tercapai. Tradisi Cembengan berasal dari  tradisi kebudayaan Tionghoa yang bernama Cing Bing, yang artinya ziarah kubur kemakam leluhur sebelum melakukan pekerjaan besar, Tradisi ini juga diikuti oleh warga lokal yang bekerja di pabrik gula. Hampir semua pabrik peninggalan Belanda melakukan tradisi cenbengan terutama yang berada di Jawa.

Tradisi Cembengan dilaksanakan selama 2 hari, Hari pertama arak-arakan berbagai macam sesaji.  Sesaji utama dalam ritual ini adalah berupa 7 kepala kerbau, Selain sesaji 7 kepala kerbau ada juga sesaji hasil bumi, nasi tumpeng, berbagai jenis bubur, gagar mayang atau bunga tebu, joli yang terbuat dari bambu dengan hiasan kertas hias, kembang telon berupa kembang tiga rupa. Sesaji ini setelah diarak dan dilakukan pembacaan doa kemudian sesaji diletakkan didalam pabrik di dekat mesin giling tebu.  Menggunakan 7 kepala kerbau karena proses penggilingan tebu sampai dengan menjadi gula melalui 7 tahapan mulai dari stasiun giling sampai menjadi gula.

Hari kedua merupakan puncak dari upacara cembengan, dengan adanya upacara arak-arakan sepasang temanten tebu. Temanten tebu diambil dari kebun tebu yang berbeda dan merupakan tebu terbaik. Sepasang tebu ini didandani seperti pengantin laki-laki dan perempuan. Sepasang temanten tebu duduk berdampingan diatas kereta kuda dan dibelakang ada 22 pasukan yang membawa tongkat sebagai pengiring. Tongkat yang dibawa merupakan tebu-tebu dari hasil panen petani yang memiliki kualitas bagus. Sampai didepan Pabrik Gula Tasikmadu arak-arakan temanten tebu disambut oleh kesenian reog.

Kirap tebu manten menandai proses giling tebu dimulai dengan menyalanya mesin giling tebu dan menggiling sepasang tebu pengantin. Musim giling tebu dimulai bulan april dan berakhir pada bulan oktober. 

Upacara Adat Pasar Kumandang

Upacara Adat Pasar Kumandang adalah kegiatan doa bersama yang dilakukan oleh para pedagang pasar tradisional pada bulan sura dan dilakukan turun-temurun. Upacara adat ini dilaksanakan pada hari minggu paing pada sore hari. Upacara ini biasanya dilaksanakan di tempat wisata atau pasar tradisional, dan semua pedagang berhenti dari kegiatan berdagangnya.

Pedagang datang ketempat acara dengan membawa uba rampe berupa sesaji yang akan digunakan untuk upacara dan membawa barang dagangan mereka untuk diberikan kepada pengunjung yang datang sebagai sedekah. Acara diawali dengan Kirab Gunungan yang berupa hasil bumi seperti palawija, sayuran, buah-buahan, pala gumantung, pala kependem, bunga yang diarak menuju tempat ritual. Upacara ini diikuti oleh pedagang dari berbagai pasar yang ada di Kabupaten Karanganyar dan sekitarnya. Kirap Gunungan di ikuti oleh para pedagang pasar, pedagang kaki lima, pedagang asongan, souvenir pedagang bbs (buah, bunga, sayur), PHRI, Perdabita dan masyarakat. Kirap Gunungan dimeriahkan dengan kesenian daerah setempat seperti kesenian lesung, kesenian tek-tek atau bambu, reog dan lain-lain.

Setelah dilakukan doa bersama Gunungan yang berupa hasil bumi kemudian dibagikan kepada pengunjung dan para pedagang akan menerima Barikan. Pengunjung yang mendapatkan Gunungan dipercaya akan membawa berkah. Barikan berupa bungkusan kain putih berbentuk kantong yang berisi abon-abon, yang berupa beras kuning, kacang hijau, empon-empon dan kaca rias kecil yang dipercaya dapat menolak makhluk halus yang ingin mengganggu. Biasanya disimpan di tempat penyimpanan uang atau di tempat tertentu.

Tujuan dilakukan Upacara ini untuk para pedagang mendapatkan kemudahan dalam menjajakan dagangannya dan mendapatkan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa dari gangguan makhluk halus atau sesuatu yang tidak kasat mata, Memohon keselamatan agar dijauhkan dari berbagai macam bahaya dan dimudahkan dalam mencari rejeki. Untuk menjalin kerjasama, kerukunan dan gotong royong antar pedagang. Upacaa adat ini juga untuk mempertahankan keberadaan pasar tradisional agar tidak kalah bersaing dengan pasar modern dan keberadaan pasar tradisional tidak tergusur oleh pasar modern.






Buah Duku

Duku merupakan buah yang di gemari  masyarakat Indonesia karena rasanya yang manis, sehingga cocok dengan lidah orang Indonesia. Duku yang terkenal di Indonesia antara lain duku Palembang, Duku Condet, duku kalikajar dari Purbalingga, duku papongan dari Tegal, duku karangkajen dan duku klaten dari Yogyakarta, duku sumber dari Kudus, duku woro dari Rembang, duku matesih dari Karanganyar, duku Padang Batu dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan Provinsi Kalimantan Selatan.

Pada kesempatan ini penulis mengajak untuk lebih mengenal duku matesih  karena penulis yang berdomisili di Kab. Karanganyar. Duku Matesih selain menjadi buah unggulan di Kab. Karanganyar juga menjadi flora identitas Kab. Karanganyar. Kenapa lebih dikenal dengan duku matesih karena duku di Kab. Karanganyar lebih cocok di tanam di Daerah Matesih, sehingga Matesih menjadi pusat penghasil duku di Kab. Karanganyar.

Selain di Matesih daerah lainnya juga dapat di tanam pohon duku diantaranya Karangpandan, Ngargoyoso, Kerjo, Mojogedang dan Jumantono. Tanaman ini cocok di taman di daerah yang beriklim sedang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Di Kab. Karanganyar ada dua daerah yang beriklim sedang yaitu Karangpandan dan Matesih.

Yang membedakan  duku matesih berdeda dengan duku lainnya karena duku matesih mendapatkan perawatan lebih extra dari pada duku dari daerah lainnya. Ketika duku masih mentah atau sudah kekuningan menuju matang duku dibungkus/dibrongsong. Bungkus/brongsong yang terbaik digunakan adalah dari bahan tapas yang berasal dari pohon kelapa. Tetapi tidak menungkinkan mendapatkan tapas dalam jumlah yang banyak untuk itu diganti dengan menggunakan anyaman bambu, yang dianyam dengan bentuk khusus yang dapat dengan mudah digunakan untuk mengbrongsong duku.

Sekarang ini pengrajin brongsong duku jumlahnya sudah berkurang dan menjadikan harga brongsong mahal, untuk mensiasati petani duku menggunakan karung atau plastik tetapi hasilnya lebih baik yang di brongsong dengan ayaman bambu. Karung Plastik yang baik digunakan adalah karung yang anyamannya dari benag seperti karung yang digunakan untuk membungkus bawang. Karung jenis ini membuat sinar matahari dapat masuk sehingga duku dapat matang sempurna dan warnanya kuning mengkilat sehingga sedap di pandang mata.

Kebun Teh Kemuning

Kebun Teh Kemuning terletak di lereng Gunung Lawu sehingga mempunyai udara yang sejuk karena berada di ketinggian antara 800 sampai 1.540 meter di atas permukaan laut dengan suhu rata-rata 21,5 derajat celcius. Kebun Teh Kemuning merupakan Perkebunan Peninggalan Zaman Belanda dan masih beroprasi sampai sekarang. Wisatawan yang datang akan di suguhi dengan hamparan pemandangan kebun teh yang hijau di lereng gunung yang berbukit-bukit dengan udara yang segar, wisatawan juga bisa berjalan-jalan mengelilingi kebun teh. Perkebunan Teh Kemuning yang mempunyai kemiripan dengan perkebunan teh yang berada di kawasan puncak Bogor.  
Kebun Teh Kemuning terletak di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kecamatan Karanganyar yang mempunyai luas lahan 437 hektar dengan lahan yang aktif untuk produksi seluas 329 hektar, sedangkan sisanya digunakan untuk lahan pembibitan, pabrik pengolahan teh, dan untuk rumah dinas. Kebun Teh Kemuning dapat menghasilkan daun teh basah 8 sampai 15 ton sehari. Wisatawan apabila ingin melihat para pekerja melakukan aktivitas memetik teh dapat datang pagi hari sampai menjelang siang.

Kebun Teh Kemuning buka setiap hari dari jam 07.00 Wib s/d jam 17.00 Wib, dan tidak ada tiket masuk. Akses jalan menuju Kebun Teh Kemuning sudah baik, walaupun jalannya berkelok-kelok tetapi mudah untuk di lewati para wisatawan baik menggunakan kendaraan roda dua, roda empat ataupun bus. 


Rumah Teh Ndoro Donker

Rumah Teh Ndoro Donker beralamat di Jl. Afdeling Kemuning No. 18 Kemuning, tepatnya di Desa Puntukrejo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Nama Ndoro Donker diambil dari nama orang Belanda yang ahli tentang tanaman, yang hidup di Desa Kemuning dan mengabdikan hidupnya untuk berbagi ilmu tentang tanaman. 

Ndoro Ndonker yang terletak di Lereng Gunung Lawu yang mempunyai udara yang sejuk cocok untuk tempat bersantai bersama keluarga atau dengan teman ditemani dengan secangkir teh sambil menikmati keindahan kebun teh dengan latar Gunung Lawu. Disini tersedia berbagai macam teh yang berasal dari perkebunan teh kemuning.

 Ada beberapa menu teh yang di tawarkan diantaranya teh hitam, teh putih, teh raja, teh aroma inggris (mint, lady grey, earl grey, cemomili, passion fruit), teh herbal. Untuk yang suka es tersedia menu strowberry mint, green tea, lyche, kiwi ace tea, dan masik banyak lagi yang lainnya. Tersedia aneka makanan dan cemilan diantaranya nasi goreng, mie goreng, aneka steack, kare ayam, sup iga, iga bakar, kentang onglong, tahu goreng, tempe goreng, pisang goreng, ketela madu wijen, timus isi keju, dan lain-lain. 

Disini juga tersedia berbagai macam makanan dan souvenir untuk buah tangan seperti mug, teko, gelas minum, daun teh dalam kemasan. Tersedia tempat untuk berselfie bagi yang suka foto. Ndoro donker buka mulai jam 10.00 - 19.00 Wib. 

Jawa Dwipa Heritage Resort & Convention

Jawa Dwipa Heritage Resort & Convention adalah resort bintang 4 yang letaknya sangat strategis, yang beralamat di Jl. Raya Solo Tawangmangu Km 34 Karangpandan. Hotel yang mengambil tema Candi Majapahit zaman dulu, yang di implementasikan dalam setiap bangunan hotel baik interior maupun eksteriornya. Sehingga tamu seperti dibawa ke zaman dulu. 

Tersedia 23 kamar yang setiap kamarnya didesain unik dengan penampilan natural, lantai kamar terbuat dari kayu yang mirip dengan rumah pohon. Dari dalam kamar dapat melihat indahnya pemandangan alam Gunung Lawu.

Fasilitas yang ada di resort antara lain Restaurant & cafe yang menyajikan menu masakan Indonesia dan China, Arena bermain untuk anak-anak yang nyaman dengan latar belakang Gunung Lawu yang asri dan indah. Kebun binatang mini yang dapat digunakan untuk mengenalkan jenis binatang kepada para pengunjung, seperti burung mutiara, burung rangkong, kancil, landak dan lain-lain. 

Untuk memanjakan tamu yang suka dengan olahraga lari dan jalan santai tersedia jogging track dengan rute mengelilingi resort dengan nuansa pegunungan yang indah dengan udara yang sejuk dan segar. Untuk tamu yang suka dengan kegiatan outdoor tersedia juga di sini yaitu kegiatan outbound  dengan fasilitas dan fasilisator yang bagus, dan atv fun ride dengan rute mengelilingi lereng Gunung Lawu yang berada di sekitar resort. Setelah capai beraktivitas kita bisa istirahat dan berenang di kolam renang outdoor atau sekedar duduk santai di cafe sambil melihat indahnya pemandangan alam yang asri.